Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2009

Pemimpin Uighur Tolak Bantuan Al-Qaeda

Pemimpin minoritas Uighur, China, di pengasingan Selasa (14/7) dengan tegas menjauhkan diri dari Al-Qaeda, dan mengecam ancaman kelompok itu untuk menyerang kepentingan China sebagai pembalasan atas kematian orang-orang Uighur Muslim.

Rebiya Kadeer, pemimpin Kongres Uighur Dunia --yang bermarkas di Washington, mengatakan ia menentang penggunaan kekerasan dalam kampanyenya untuk menghasilkan hak-hak yang lebih besar bagi kelompok etnik di provinsi Xinjiang di bagian barat-laut China itu.

"Teroris global seharusnya tidak mengambil keuntungan dari aspirasi sah masyarakat Uighur dan tragedi sekarang ini di Turkmenistan Timur untuk melakukan aksi terorisme yang ditujukan kepada misi-misi diplomatik dan warga sipil China," ia mengatakan.

Kelompok Al-Qaeda di negara Magribi yang bermarkas di Aljazair telah mengancamm untuk menyerang kepentingan China, menurut lembaga konsultansi Stirling Assynt.

Ratusan ribu orang China bekerja di Timur Tengah dan Afrika Utara, termasuk 50.000 di Aljazair, menurut perkiraan kelompok itu, yang memiliki kantor di London dan Hong Kong yang memberikan nasehat risiko kepada klien perusahaan dan pejabat.

Kelompok itu menandai pertama kali jaringan Osama bin Laden menetapkan penglihatannya kepada negara besar Asia yang telah berusaha menghangatkan hubungan dengan dunia Islam itu.

China menuduh Rebiya dan sejumlah anggota parlemen AS telah mendalangi kekerasan belum lama ini di Xinjiang dan mengatakan Rebiya didukung oleh 'teroris'.

Rebiya membantah tuduhan itu dan para anggota parlemen AS memperkenalkan resolusi yang meminta China menghentikan 'fitnah'-nya kepada perempuan bekas pengusaha yang berusia 62 tahun dan ibu 11 anak yang telah menghabiskan enam tahun di sebuah penjara China tersebut.

Pemerintah China mengatakan bahwa kerusuhan di kota Urumqi di Xinjiang pada 5 Juli telah menyebabkan 184 orang tewas -- sebagian besar dari mereka orang Han, kelompok etnik yang dominan di China -- dan lebih dari 1.600 orang terluka.

Para pemimpin Uighur menuduh pasukan China yang memulai tembakan terhadap protes damai dan mengatakan bahwa sejumlah orang Uighur telah dibunuh dalam beberapa serangan massa berikutnya.

(Sumber : Media Indonesia Online, 15/7/2009)

Galang Solidaritas Internasional Uighur

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Pengurus Pusat (PP) Muhammadyah meminta pemerintah Indonesia menggalang solidaritas dan opini internasional untuk membantu masyarakat minoritas Muslim atau kaum Uighur di Cina. Ini ditegaskan Ketua PBNU KH Ridwan Lubis dan Ketua PP Muhammadyah KH Yunahar Ilyas dalam kesempatan terpisah di Jakarta, Selasa (14/7).

''Pemerintah hendaknya ikut berpartisipasi mengatasi penderitaan saudara-saudara kita, kaum Uighur di Cina lewat diplomasi dengan pemerintah Cina, juga dengan dunia internasional,'' tegas kiai Ridwan. ''Tentunya tanpa bermaksud mencampuri urusan dalam negeri negara lain,'' tambahnya.

Selain itu, kepada umat Muslim dan ormas Islam di tanah air, Kiai Ridwan juga mengharapkan adanya partisipasi dan bantuan bagi kaum Muslim Uighur yang saat ini tengah didhalimi dan teraniaya oleh pemerintahan di negaranya sendiri.

Dikatakan kiai Ridwan bahwa hal ini merupakan bentuk Ukhuwah Islamiah sebagai sesama umat Muslim, juga ukhuwah Basariah, sebagai sesama umat manusia di dunia. Kasus muslim Uighur juga merupakan bukti gagalnya bentuk pemerintahan dengan kebijakan yang represif,'' tegas Kiai Ridwan.

Pernyataan senada dilontarkan KH Yunahar Ilyas, Ketua PP Muhammadyah. ''Pemerintah Indonesia harus mendesak dan 'menekan' pemerintah Cina untuk tidak bertindak represif dan diskriminatif pada warga Muslim di sana. Pemerintah harus menggalang sloidaritas internasional dan membangun diplomasi untuk menyelesaikan tindakan represif yang dilakukan di sana,'' tegas Yunahar.

''Kami juga berharap agar pemerintah Cina tidak bersikap diskriminatif terhadap warganegaranya sendiri,'' ungkap Yunahar.

(Sumber : Republika Online, 14/7/2009)
 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Fresh Template by NdyTeeN