Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2009

Wisata Petualangan Arung Jeram di Cikidang

Sobat, kali ini saya ingin berbagi pengalaman perjalanan ke tempat yang bagi para penggemar wisata petualangan di Jakarta mungkin sudah tidak asing lagi.

Yah..Cikidang, salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Mungkin kalau tidak ada Sungai Citarik yang kemudian dikembangkan sebagai wisata jeram, nama Cikidang tidak banyak yang mengenalnya. Perjalanan dsc00178ke Cikidang dari Jakarta dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Itupun kalau jalanan tidak sedang macet. Sedangkan kalau kejebak macet maka perjalanan bisa molor menjadi 4 jam bahkan dapat sampai 5 jam. Makanya saya sarankan dari Jakarta harus agak pagian, sehingga tidak menemui pasar tumpah (kegiatan pasar tradisional yang hampir dipastikan meluber ke jalanan, sehingga memacetkan). Dari Jakarta melalui tol Jagorawi keluar di pintu tol Ciawi, dan selanjutnya mengambil jalur kanan menuju Sukabumi. Untuk mencapai Kecamatan Cikidang, kita harus belok ke kanan di pertigaan setelah pasar Parung Kuda dan sebelum sampai Kota Sukabumi. Jalanan ini sebenarnya merupakan jalan alternatif menuju Pelabuhan Ratu. Saat ini kondisi jalan sudah cukup bagus, tetapi untuk yang belum pernah melewati jalur ini masih perlu hati-hati karena jalanan hanya cukup untuk dua mobil dan memiliki belokan-belokan tajam, hampir seperti kondisi jalanan di Puncak.

Di sepanjang jalan menuju Desa Cikidang, lokasi Sungai Citarik berada, kita akan disuguhi hamparan pemandangan perkebunan kelapa sawit dan sebagian kecil perkebunan teh dan mulai mendekati Desa Cikidang berganti perkebunan karet. Cukup indah untuk kita nikmati, apalagi kalau kita melewati jalanan ini pada pagi hari dimana kabut masih belum pudar, atau pada sore hari menjelang matahari akan masuk peraduan. Wah…cukuplah untuk menghilangkan kesuntukan kerja di Jakarta.

Untuk yang suka wisata buru, saat ini juga sudah tersedia wisata buru yang dikelola oleh salah satu perusahaan yang juga menambah fasilitasnya dengan wisata outbound, hotel dan restoran. Bahkan dikabarkan perusahaan ini juga sedang membangun rumah kebun yang akan dijual paket yaitu rumah type 36 dengan 1 ha kebun kelapa sawit. dsc00176Lokasi wisata buru ini berada di pertengahan perjalanan menuju Desa Cikidang.

Memasuki Desa Cikidang, kita akan disambut berbagai papan promo dari perusahaan-perusahaan arung jeram. Ada beberapa yang cukup terkenal, seperti Arus Liar dan BJ’s. Perusahaan-perusahaan ini juga menyediakan fasilitas akomodasi bagi yang ingin menginap. Untuk bisa menikmati wisata arung jeram, sedikitnya kita harus mengeluarkan kocek sebesar Rp. 200.000 untuk sekali perjalanan sungai. Harga ini adalah harga untuk jarak terpendek, karena terdapat juga untuk peket-paket menengah dan terjauh yaitu menempuh sekitar 14 km sampai Pelabuhan Ratu. Jadi silahkan pilih paket yang sesuai, sesuai untuk kantong kita dan tentu sesuaikan juga dengan ketahanan fisik kita, Wisata arung jeram akan menarik, dan biasanya sangat ramai untuk waktu-waktu Sungai Citarik sedang berarus besar yang biasanya pada bulan-bulan terdapat hujan. Tapi hati-hati jangan sampai keasikan berarung jeram, kita tidak waspada banjir yang mungkin terjadi.

Wisata arung jeram ini akan lebih nikmat, apabila kita bersama keluarga atau teman-teman, baik teman kantor maupun temen-teman satu profesi. Kita akan benar-benar dimanjakan oleh arus sungai Citarik yang kadang tenang, kadang berarus deras dan juga berbelok-belok. Pokoknya dijamin kita akan kembali fresh setelah berarung jeram.

Kamis, 09 Juli 2009

Lima Hari di Sambas

Baru-baru ini dalam suatu tugas kerja yang secara rutin saya lakukan hampir 3 tahun ini, saya kembali harus mengunjungi Sambas. Sambas merupakan sebuah kabupaten di Kalimantan Barat yang berada di paling utara dan berbatasan dengan negara tetangga kita Malaysia. Saya berangkat dari Jakarta hari Jumat 28 November 2008 dan baru pulang Rabu 3 Desember 2008.

Sebenarnya saya ingin menceritakan banyak tentang Sambas, dari sejarah kerajaan Sambas dimana saat ini masih terdapat bukti berbentuk Istana dan sebuah peninggalan Masjid yang dibuat pada tahun 1885. Keraton dan Masjid berada pada satu areal kompleks yang berada ditepi muara tiga sungai, yaitu sungai Sambas Kecil, Teberau dan Sambas Besar. Kalau pada sore hari kita akan melihat suasana yang eksotis. Lalu lalang boat yang bergerak cepat dan perahu motor kecil yang bergerak di sungai dengan latar rumah-rumah penduduk dan awan merah pertanda matahari akan menuju peraduannya.

Di Sambas ini juga terdapat sebuah makam yang diyakini memiliki bentuk terbesar dibanding dengan makam-makam di Indonesia lainnya. Saya menyertakan foto-foto yang saya ambil dengan hp sony ericcson saya. Untuk sejarah Sambas insya Allah akan saya tulis yang didasarkan penuturan dari salah satu kerabat keraton, yang kebetulan saat ini merupakan pihak yang sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan tempat saya bekerja.

 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Fresh Template by NdyTeeN