Tampilkan postingan dengan label Selebritis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selebritis. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2009

Rossa Resmi Menjanda

Proses perceraian Rossa-Yoyok berjalan singkat di Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel). Pada sidang kedua, Selasa (14/7), Majelis Hakim PA Jaksel mengabulkan gugatan cerai Rossa terhadap Yoyok.

Pada sidang beragenda mendengarkan keterangan saksi sekaligus menyampaikan putusan itu, Yoyok dan Rossa tak datang. Mereka diwakili oleh kuasa hukum masing-masing. Saksi dari pihak Rossa adalah Hendra Nur Cahya, adik Rossa. Sementara itu, Yoyok menghadirkan Sugiarto, pamannya, sebagai saksi.

"Saya enggak bisa banyak mengungkapkan karena ini masalah rumah tangga kakak saya. Seputar masalah perkawinan saja yang ditanyakan hakim. Untuk perkawinan mungkin ada masalah, sudah tidak ada kecocokan lagi. Tapi, silaturahim sampai saat ini masih berjalan," tutur Hendra seusai sidang di PA Jaksel.

Majelis Hakim, yang diketuai oleh Abdurrahman, SH, mengabulkan gugatan cerai yang dilayangkan oleh Rossa kepada Yoyok. "Konflik tidak ada. Sudah ada kesepakatan mereka berdua untuk bercerai. Materi gugatan cerai dikabulkan, hak asuh anak jatuh ke tangan Rossa tanpa menghalangi Yoyok untuk bertemu kapan saja," terang Hendra K Siregar selaku kuasa hukum Rossa.

Sementara itu, Sugiharto, yang juga menjadi wali nikah Yoyok-Rossa, mengaku menyesal atas perceraian tersebut. "Kami juga sangat menyesal ini sampai terjadi. Tapi, saya juga tidak ingin ikut campur untuk masalah ini. Permintaan kami, kalau bisa, jangan sampai berpisah. Tapi, kami di sini hanya sebatas menasihati," ucapnya.

(Sumber : Kompas Online, 14/7/2009)

Konflik Afgan - Maxis Maju ke Pengadilan

Konflik antara penyanyi solo berbakat Afgan Syah Reza dengan operator telepon seluler Maxis Communication Bhd mengenai beberapa lagunya yang dijadikan ring tones akan maju ke pengadilan di Malaysia setelah upaya perundingan menemui jalan buntu.

"Karena tidak ada titik temu maka Wanna B akan tempuh jalur hukum ke pengadilan pidana dulu, baru ke perdata, menggugat Maxis dan OSM (one stop music) Bhd yang menjual lagu-lagu Afgan untuk ring tones dan lagu penuhnya tanpa izin," kata Sekretaris III Ekonomi KBRI Kuala Lumpur, Herry Laksono P Maryadi, Senin (13/07).

Maxis tidak hanya telah menjual tiga lagu Afgan yakni Bukan Cinta Biasa, Yang Kutahu Cinta Itu Indah,Tanpa Batas sebagai ring tone sebesar tiga ringgit per lagu, tapi juga menjual lagu penuh yang dapat di-download via internet dengan tarif lima ringgit per lagu.

Dalam hal ini, Maxis menjual lagu Afgan di Malaysia melalui mitranya OSM Bhd. OSM ini yang seharusnya mengurus izin ke Wanna B, sebagai perusahaan rekaman dan yang memegang hak penuh distribusi lagu-lagu Afgan. Namun kenyataannya, OSM sama sekali tidak mengurus izinnya, begitu kata Herry.

Direktur Utama Wanna B, Naldi Nazar Haroen, telah datang ke Malaysia untuk membicarakan kasus ini ke Maxis. Namun sejak awal Maxis tampak ingin lepas tangan dan menyerahkan persoalannya ke OSM. Maxis juga sudah menghapus lagu-lagu Afgan di situsnya dan memberitahukan pelanggan yang sudah men-download lagunya kemudian menggantikan dengan lagu lain secara gratis ketika kasus ini mulai ramai.

"KBRI kemudian membantu membawa Wanna B ke bagian penegakan hukum kementerian hal ihwal perdagangan dalam negeri dan perlindungan konsumen Malaysia untuk konsultasi," katanya.

"Setelah melakukan konsultasi diajukan pertemuan semua pihak yakni Wanna B, Maxis Communication Bhd dan OSM Bhd," ujar Sekretaris III atase ekonomi KBRI itu.

"Berkat pendekatan KBRI, akhirnya terjadi pertemuan tiga pihak yakni Wanna B, Maxis dan OSM di Kementerian Perdagangan Dalam Negeri Malaysia pada Kamis 2 Juli 2009. Pada pertemuan itu, Wanna B menuntut ganti rugi tiga juta dolar AS, sementara Maxis dan OSM hanya mau membayar sebanyak yang men-download lagu Afgan. Menurut mereka, yang download hanya 26 orang saja. Jadi Maxis akan membayar 10.000 ringgit atau US$3.500," katanya.

Merasa jawaban Maxis dan OSM itu dinilai menghina karena memberikan ganti rugi sangat kecil, maka Dirut Wanna B langsung memutuskan akan melanjutkan ke pengadilan pidana dan perdata di Malaysia.

Wanna B telah mengajukan pengaduan resmi ke bagian penegakan hukum Departemen Perdagangan Dalam Negeri Malaysia pada 6 Juli 2009.

"Seorang polisi senior Malaysia yang punya hubungan baik dengan Presdir Wanna, B Naldi Nazar, menyatakan jika kementerian dalam negeri Malaysia tidak bergerak maka polisi Malaysia siap membantu Wanna B menyelesaikan kasus ini," katanya.

"Jika kasus Afgan ini berhasil maka sudah banyak artis dan industri rekaman Indonesia yang melakukan gugatan serupa," katanya.

(Sumber : Kapanlagi.com, 13/7/2009)

Jumat, 10 Juli 2009

Misteri Pemakaman Michael Jackson


Setelah penghormatan terakhir untuk Michael Jackson di Staples Center, Los Angeles, berakhir, kini penggemar Jackson menghadapi misteri baru mengenai lokasi makam Jackson. Hingga Rabu (8/7), keluarga tak bersedia mengungkapkan informasi ini.

Sejumlah media lokal melaporkan peti jenazah Jackson itu ternyata tak kembali ke rumah duka Hollywood Hills. Karena tak jelas, banyak pihak yang kemudian yakin Jackson akan dimakamkan di Neverland Ranch.

Setelah prosesi di Staples Center, semua anggota keluarga Jackson menuju ke hotel berbintang lima Beverly Hills untuk makan siang. Namun, sampai saat ini media massa tak tahu dibawa ke mana peti jenazah Jackson yang terbuat dari emas 14 karat itu.

Banyak spekulasi beredar, termasuk lokasi makam Jackson di Forest Lawn yang menjadi lokasi makam bagi sejumlah aktor, musisi, dan tokoh terkenal, seperti Bette Davis dan Andy Gibb. Sebagian orang yakin Jackson dimakamkan di pemakaman Forest Lawn karena neneknya, Martha Bridges, juga dimakamkan di sana, yang memiliki pemandangan San Fransisco Valley serta dekat studio Warner Bros dan Walt Disney.

Pekan lalu keluarga Jackson mengutarakan rencana menggelar ”rumah terbuka” bagi yang ingin melihat jenazah Jackson di kediamannya. Namun, keluarga Jackson belum memutuskan hal itu. Dalam wawancara dengan televisi NBC, Jermaine Jackson menyebutkan, Neverland akan menjadi peristirahatan terakhir bagi adiknya. ”Ini rumah yang ia bangun. Kenapa ia tidak dimakamkan di sini saja. Saya merasa ia masih di sini. Michael membangun rumah ini dengan penuh cinta. Anda bisa merasakannya,” ujarnya.

Penyebab kematian

Surat kematian Jackson sudah diterbitkan, tetapi tidak tertulis penyebab kematiannya. Pasalnya, sampai saat ini penyelidik masih menganalisis otak Jackson. Wakil Kepala Koroner Ed Winter menyebutkan, otak Jackson atau setidaknya sebagian kecil dari otak Jackson masih disimpan penyelidik dan akan dikembalikan ke keluarga Jackson setelah pemeriksaan saraf usai.

Winter mengakui tidak lazim menyimpan otak atau sampel dari otak seperti itu. Biasanya pihak keluarga menunda pemakaman hingga sampel itu dikembalikan. ”Sejauh yang saya tahu, keluarga Jackson belum berencana memakamkan jenazah Jackson,” kata Winter. Dalam surat kematian itu tidak disebutkan rencana lokasi pemakaman Jackson. (REUTERS/AFP/AP/LUK)

Sumber : Kompas, 9/7/2009)

Kamis, 09 Juli 2009

Tamara Main Film Horor

Lama menghilang dari seni peran, tiba-tiba kini artis Tamara Bleszynski nongol dalam film perdanannya berjudul Air Terjun Perawan. Film garapan sutradara muda Rizal Mantovani itu Tamara dituntut memiliki warna kulit cokelat.

Film yang menceritakan sekelompok anak muda tengah berlibur di sebuah pulau, dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang dukun. Pertemuan itu menjadi malapetaka. Mereka dijadikan korban dukun. Namun, mereka itu berjuang untuk tetap bertahan hidup.
"Di sini saya berperan sebagai Tiara. Memiliki pacar bernama Lilo. Bersama teman-teman lainnya kita berusaha bertahan hidup," kata Tamara, disela-sela syuting perdana dan syukuran film Air Terjun Perawan di Jalan Cinere, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut mantan istri Teuku Rafly, ini demi totalitas serta tuntutan akting ia rela kulit putih mulusnya berubah cokelat. "Selama satu bulan berjemur di pantai dan di rumah. Kalau sehari saja nggak berjemur takutnya nanti warna kulitnya berubah," ujar Tamara.

Selain itu bintang iklan sabun ini juga berlatih keras latihan bela diri. Sebab kemungkinan film yang bakal syuting di Pulau Sangiong, Anyer, Jawa Barat, selama satu bulan itu mau tak mau berat badannya menurunkan sebanyak 3 kg. "Iya, dituntut sutradara latihan fisik, lari setiap hari, fitnes selama dua bulan. Tapi saya bahagia aja" jelasnya.

Tentu saja, akting wanita yang pernah dikabarkan dekat dengan Tommy Soeharto ini tak diragukan lagi. Berbagai macam genre film pernah dimainkannya, sebut saja film drama, film komedi serta bintang video klip. " Saya senang main main film layar lebar. Jadi mainnya all out," janjinya.

Tamara pun, mengaku sudah siap tidur hanya menggunakan tenda saat syuting di pulau tak berpenghuni itu.(Sumber : Rakyat Merdeka Online, 10/7)din/hds
 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Fresh Template by NdyTeeN