Selasa, 14 Juli 2009

Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung

Jerawat bukan hanya saja mengganggu pada wajah anda, tatapi jerawat juga bisa mengganggu pada bagian tubuh lainnya seperti dipunggung. Jerawat dipunggung sangat sulit menghilangkannya, tidak seperti menghilangkan jerawat diwajah.

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan jerawat dipunggung adalah dengan putih telur dan mentimun. Manfaat dari putih telur untuk mengangkat sel-sel kulit mati sedangkan mentimun ampuh untuk menghilangkan noda hitam dikulit.

Jika kedua khasiat tersebut dijadikan satu akan membantu anda dalam mengobati jerawat dipunggung. Berikut cara mengolahnya:

1. Pisahkan putih telur dengan kuningnya, kemudian kocok putih telur hingga kaku.

2. Potong kecil-kecil mentimun, kira-kira 3 cm.

3. Masukan putih telur dan mentimun kedalam blander hingga menjadi jus.

4. Oleskan kedua bahan tersebut yang sudah di blander ke punggung yang berjerawat hingga 15 menit. Kemudian bilas dengan air hangat.

Untuk hasil yang maksimal lakukanlah secara rutin 2 kali dalam seminggu, hingga jerawat benar-benar hilang.

(Sumber : Rakyat Merdeka Online 2009)

Pemimpin Uighur Tolak Bantuan Al-Qaeda

Pemimpin minoritas Uighur, China, di pengasingan Selasa (14/7) dengan tegas menjauhkan diri dari Al-Qaeda, dan mengecam ancaman kelompok itu untuk menyerang kepentingan China sebagai pembalasan atas kematian orang-orang Uighur Muslim.

Rebiya Kadeer, pemimpin Kongres Uighur Dunia --yang bermarkas di Washington, mengatakan ia menentang penggunaan kekerasan dalam kampanyenya untuk menghasilkan hak-hak yang lebih besar bagi kelompok etnik di provinsi Xinjiang di bagian barat-laut China itu.

"Teroris global seharusnya tidak mengambil keuntungan dari aspirasi sah masyarakat Uighur dan tragedi sekarang ini di Turkmenistan Timur untuk melakukan aksi terorisme yang ditujukan kepada misi-misi diplomatik dan warga sipil China," ia mengatakan.

Kelompok Al-Qaeda di negara Magribi yang bermarkas di Aljazair telah mengancamm untuk menyerang kepentingan China, menurut lembaga konsultansi Stirling Assynt.

Ratusan ribu orang China bekerja di Timur Tengah dan Afrika Utara, termasuk 50.000 di Aljazair, menurut perkiraan kelompok itu, yang memiliki kantor di London dan Hong Kong yang memberikan nasehat risiko kepada klien perusahaan dan pejabat.

Kelompok itu menandai pertama kali jaringan Osama bin Laden menetapkan penglihatannya kepada negara besar Asia yang telah berusaha menghangatkan hubungan dengan dunia Islam itu.

China menuduh Rebiya dan sejumlah anggota parlemen AS telah mendalangi kekerasan belum lama ini di Xinjiang dan mengatakan Rebiya didukung oleh 'teroris'.

Rebiya membantah tuduhan itu dan para anggota parlemen AS memperkenalkan resolusi yang meminta China menghentikan 'fitnah'-nya kepada perempuan bekas pengusaha yang berusia 62 tahun dan ibu 11 anak yang telah menghabiskan enam tahun di sebuah penjara China tersebut.

Pemerintah China mengatakan bahwa kerusuhan di kota Urumqi di Xinjiang pada 5 Juli telah menyebabkan 184 orang tewas -- sebagian besar dari mereka orang Han, kelompok etnik yang dominan di China -- dan lebih dari 1.600 orang terluka.

Para pemimpin Uighur menuduh pasukan China yang memulai tembakan terhadap protes damai dan mengatakan bahwa sejumlah orang Uighur telah dibunuh dalam beberapa serangan massa berikutnya.

(Sumber : Media Indonesia Online, 15/7/2009)

Transformers: Revenge of The Fallen

Pasukan Decepticon kembali ke bumi untuk mengambil Sam Witwicky (Shia LaBeouf), setelah ia mengetahui kebenaran tentang asal muasal dari Transformers. Bergabung dengan misi untuk mempertahankan manusia adalah prioritas utama Optimus, yang membangun persekutuan dengan tentara untuk pertempuran kedua.


Decepticon forces return to Earth on a mission to take Sam Witwicky (Shia LaBeouf) prisoner, after the young hero learns the truth about the ancient origins of the Transformers. Joining the mission to protect humankind is Optimus Prime, who forms an alliance with international armies for a second epic battle.

Untuk selengkapnya kunjungi situs http://www.transformersmovie.com/

Directed by: Michael Bay
Cast: Shia LaBeouf, Megan Fox, Hugo Weaving, Rainn Wilson, Josh Duhamel, John Torturro, Tyrese Gibson
Duration: 147 min

(Sumber : Media Indonesia Online)

Elang Hitam dan Elang Bido Telah Punah ?

Elang hitam (Ictinaetus malayensis) dan elang bido (Spilornis cheela) telah lama menghilang dari habitatnya di hutan di Kabupaten Lebak, Banten, diduga karena menyusutnya makanan dan perburuan manusia.

"Sampai saat ini, kami belum menemukan jejak kedua spesies burung elang itu," kata Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak Nurly Edlinar.

Nurly mengatakan, elang hitam dan elang ular bido selama ini berkembang di hutan di Kabupaten Lebak termasuk di kawasan hutan konservasi hutan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS).

Namun, keberadaan burung yang dilindungi itu sekarang sudah tidak tampak lagi di habitatnya. Tahun 1980-an, spesies elang hitam dan elang ular bido masih bisa ditemukan di hutan di Lebak.

Terkait menghilangnya elang hitam dan elang ular bido itu, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lebak berencana memantau habitat dan keberadaan satwa langka tersebut.

Elang hitam dan elang ular bido kemungkinan juga bermigrasi ke daerah lain, seperti ke kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor; dan Sukabumi, Jawa Barat.

"Kami akan berkoordinasi dengan Balai TNGHS Sukabumi," katanya.

Burung elang hitam memiliki warna bulu hitam dan mulutnya berwarna keemasan, sedangkan elang ular bido berwarna hitam dengan garis putih di ujung belakang sayap.

"Burung elang saat terbang sambil mengeluarkan suara seperti 'kiiiik...' panjang dan diakhiri dengan penekanan nada," katanya.

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) pencinta fauna dan flora Provinsi Banten mengaku prihatin jika sampai elang hitam dan elang ular bido punah. Burung itu pada 1970-an masih banyak ditemukan di hutan-hutan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

"Sejak saya kecil masih melihat elang hitam terbang di areal persawahan," ujar Uce Kelana, Sekretaris LSM Wahana Banten.

(Sumber : Kompas Online, 14/7/2009)

Galang Solidaritas Internasional Uighur

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Pengurus Pusat (PP) Muhammadyah meminta pemerintah Indonesia menggalang solidaritas dan opini internasional untuk membantu masyarakat minoritas Muslim atau kaum Uighur di Cina. Ini ditegaskan Ketua PBNU KH Ridwan Lubis dan Ketua PP Muhammadyah KH Yunahar Ilyas dalam kesempatan terpisah di Jakarta, Selasa (14/7).

''Pemerintah hendaknya ikut berpartisipasi mengatasi penderitaan saudara-saudara kita, kaum Uighur di Cina lewat diplomasi dengan pemerintah Cina, juga dengan dunia internasional,'' tegas kiai Ridwan. ''Tentunya tanpa bermaksud mencampuri urusan dalam negeri negara lain,'' tambahnya.

Selain itu, kepada umat Muslim dan ormas Islam di tanah air, Kiai Ridwan juga mengharapkan adanya partisipasi dan bantuan bagi kaum Muslim Uighur yang saat ini tengah didhalimi dan teraniaya oleh pemerintahan di negaranya sendiri.

Dikatakan kiai Ridwan bahwa hal ini merupakan bentuk Ukhuwah Islamiah sebagai sesama umat Muslim, juga ukhuwah Basariah, sebagai sesama umat manusia di dunia. Kasus muslim Uighur juga merupakan bukti gagalnya bentuk pemerintahan dengan kebijakan yang represif,'' tegas Kiai Ridwan.

Pernyataan senada dilontarkan KH Yunahar Ilyas, Ketua PP Muhammadyah. ''Pemerintah Indonesia harus mendesak dan 'menekan' pemerintah Cina untuk tidak bertindak represif dan diskriminatif pada warga Muslim di sana. Pemerintah harus menggalang sloidaritas internasional dan membangun diplomasi untuk menyelesaikan tindakan represif yang dilakukan di sana,'' tegas Yunahar.

''Kami juga berharap agar pemerintah Cina tidak bersikap diskriminatif terhadap warganegaranya sendiri,'' ungkap Yunahar.

(Sumber : Republika Online, 14/7/2009)

Maurice Bucaille tak Ragu dengan Kebenaran Alquran

Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah.

Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis, yang selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya oleh para ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di Prancis. Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille.

Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L'Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 sebagai ahli gastroenterology. Dan, pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.

Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya.

Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.

Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun, ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir kuno tersebut.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.

Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?

Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.

Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: ''Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini''. Bucaille awalnya mengingkari kabar ini dengan keras sekaligus menganggapnya mustahil.

Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.

Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian diselamatkannya mayatnya.

Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alquran--kitab suci umat Islam--telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu.

Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak membicarakan tentang mayat Firaun. Bucaille pun makin bingung dan terus memikirkan hal itu.

Ia berkata pada dirinya sendiri. ''Apakah masuk akal mumi di depanku ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?''

Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat (Perjanjian Lama). Diapun membaca Taurat yang menceritakan: ''Airpun kembali (seperti semula), menutupi kereta, pasukan berkuda, dan seluruh tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun di antara mereka''.

Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. Karena itu, ia semakin bingung.

Berikrar Islam
Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin.

Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: ''Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.'' (QS Yunus: 92).

Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: ''Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini''.

Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat dia pergi dulu. Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran.

Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia.

Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya diragukan.

(Sumber : Republika Online, 14/7/2009)

Hannah Montana : The Movie

Popularitas memang kadang bisa membutakan seseorang dan mengubah karakter mereka menjadi orang lain. Miley Stewart (Miley Cyrus) pun tak lepas dari masalah yang satu ini. Sejak sukses lewat perannya sebagai Hannah Montana, Miley mulai berubah menjadi orang lain.

Setelah pertengkarannya dengan Tyra Banks karena sepasang sepatu, Robby (Billy Ray Cyrus), ayah Miley, berusaha membujuk Miley untuk pulang sebentar ke Tennessee tempat tinggal mereka sebelumnya. Robby berharap Miley dapat meluangkan sedikit waktu untuk merenungi perubahan drastis yang telah terjadi padanya.

Saat di Tennessee, Miley menyempatkan diri untuk menemui dua sahabat lamanya Lilly (Emily Osment) dan Oliver (Mitchel Musso). Miley akhirnya menyadari bahwa ia telah terlanjur menikmati kehidupan barunya dan tak lagi bisa beradaptasi dengan lingkungan lamanya. Masalah jadi semakin rumit ketika Miley kemudian diundang untuk datang ke pesta ulang tahun Lily sebagai Hannah Montana.

HANNAH MONTANA: THE MOVIE

Sebenarnya idenya hanya agar Miley bisa tampil sebagai Hannah Montana dan menyanyikan lagu Let's Get Crazy pada pesta ulang tahun itu. Celakanya justru kehadiran Miley di kota kecil ini malah menyita perhatian seluruh pengunjung pesta dan membuat Lily, sang birthday girl yang seharusnya jadi pusat perhatian, malah terlupakan.

Serial televisi yang ditayangkan di Disney Channel selama bertahun-tahun akhirnya diangkat ke layar lebar dan tetap memasang pemeran utama aslinya ke versi layar perak ini. Naskah film ini dipercayakan pada Dan Berendsen dan sepertinya dia tahu benar bagaimana membuat naskah film buat konsumen yang dituju oleh film ini. Alur cenderung mudah ditebak dan cenderung membosankan.

HANNAH MONTANA: THE MOVIE

Ada subplot tentang seorang reporter tabloid di sela-sela alur utama film ini. Sebagai subplot, yang satu ini terasa hanya sekedar tempelan saja dan sama sekali tak berpengaruh jika dihilangkan dari film ini. Entah kenapa tapi yang jelas Peter Chelsom, sang sutradara memutuskan untuk tetap menyertakan subplot yang sebenarnya tidak penting ini.

Ini makin diperparah dengan akting para pendukungnya yang juga pas-pasan. Karakter Miley Stewart yang diperankan oleh Miley Cyrus terasa dangkal dan kurang dinamis. Berbeda saat Anda menonton akting Dakota Fanning yang juga sama-sama aktris muda. Keputusan mengundang Taylor Swift untuk ikut bernyanyi dalam film ini juga semakin melemahkan posisi Miley yang jelas kalah soal kualitas suara.

Pemain : Miley Cyrus, Emily Osment, Mitchel Musso, Jason Earles, Billy Ray Cyrus, Moises Arias

(Sumber : Fatchur Rochim-Kapanlagi.com, 10/7/2009)
 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Fresh Template by NdyTeeN